dadang kurniawan

MOMENT

Kucing loyo

kucing ini selalu terlihat tidur, posisinya selalu sama, terkadang, beberapa manusia gemas menggoyang-goyangkan badanya supaya kucing ini bangun, berharap kemudian kucing ini bertingkah manja sehingga menyenangkan hatinya, tapi, hanya badan gemuknya saja yang mengombak, menambah betapa menggemaskanya kucing ini, beberapa manusia lain juga sering terlihat mengelus-elusnya, kucing ini hanya mengeong protest, memperlihatkan mata sinis dan melebarkan mulut untuk memperlihatkan gigi dan taringnya yang kecil tajam dan lucu, mengutuk manusia-manusia yang mengganggu kesenanganya, kemudian kucing ini kembali meringkuk melanjutkan satu-satunya kegiatan yang dia lakukan dalam hidupnya, mengabaikan hasrat manusia yang mengharap kebahagian dari kelucuanya.

******

ini adalah sebuah perenungan, kucing yang kerjanya hanya menggeletak tiduran ini memiliki prinsip hidupnya sendiri, dia punya pendirian, dia tidak perduli dengan manusia-manusia yang mengganggu tidurnya karena gemas dengan bentuknya yang tembem, dia tidak perlu harus bersikap ramah untuk menyenangkan banyak orang, kucing ini hanya ingin melakukan apapun yang menyenangkan hatinya, melanjutkan hidup tanpa perlu jelalatan mencari perhatian banyak orang, biarkan orang menyukai apa yang mereka sukai dan biarkan orang membenci apa yang mereka benci dari kucing ini.

hal ini perlu kita renungi, sama halnya dengan kucing tadi, pada dasarknya manusia menyukai apa yang mereka sukai dan manusia membenci apa yang mereka benci terhadap apapun, ini adalah hal wajar, sudah menjadi bagian dari hidup manusia sebagai mahluk sosial, terkadang, manusia sendiri suka pecicilan, mencari perhatian banyak orang, ingin mendapat pengakuan, ingin menjadi role model bagi manusia lain, tapi sekali lagi, manusia hanya menyukai apa yang mereka sukai dan mereka membenci apa yang mereka benci, jadi biarkan apa yang manusia sukai dan biarkan manusia membenci apa yang mereka tidak sukai dari diri kita.

%d bloggers like this: