dadang kurniawan

Sekapur sirih

halo,
Kabarku  baik-baik saja kok. Hari ini usiaku bertambah satu tahun, usiaku sekarang 21. Maka usiamu juga sama kan?.

Ini adalah tahun ketiga setelah aku lulus dari sekolah menengah. aku bersyukur bertemu dengan orang-orang disana, mereka memberiku banyak kepercayaan diri, dari rumitnya urusan orang-orang dewasa yang tidak aku mengerti.

tiga tahun ini, tidak banyak yang aku lakukan, seperti biasa, aku masih memperhatikan hal-hal yang tidak penting, Setiap hari aku memperhatikan orang-orang yang bekerja, orang-orang yang mendorong-dorong gerobak jualan mereka, dipagi hari aku memperhatikan orang-orang lalu lalang berlari-lari menyegarkan badan mereka. Kalau beruntung, setiap sabtu malam aku berkumpul dengan teman-temanku. Aku juga memperhtikan mereka, hal-hal yang mereka obrolkan, bagaimana cara mereka membicarakan lelucon-lelucon yang basi sebenarnya, tapi masih cukup menghibur, yang paling sering adalah, aku memperhatikan bagaiman cara mereka menghisap asap rokok mereka lalu mengepul-ngepulkanya keudara sambil berbicara, lalu aku melakukanya dan terkadang mereka memperhatikanku juga, kemudian menertawakanku. Jika tidak, aku menghabiskan akhir pekan untuk menonton drama atau biografi, ya, sekarang aku suka dengan kedua genre filem itu. Sejak kamu tidak bisa lagi menontonya.

Hey, bagaimana dengan karya tulismu sekarang?, aku selalu ingat ketika kamu mengatakan “suatu hari nanti aku akan menyelesaikannya”, ini sudah beberapa tahun sejak kita terakhir mengobrol.

Sekarang aku memiliki banyak koleksi buku, aku pikir ada beberapa yang akan kau sukai, aku akan tetap menyimpananya sampai aku memberikanya kepadamu. Aku sudah lama tidak menulis. Aku lebih sering menulis kode-kode program pada layar komputerku sekarang.

Seperti biasa, kau akan menanyakan “bagaimana kabarmu dengan keluarga?”, kali ini kau mungkin senang, karena aku akan sedikit bicara.

Akhir-akhir tahun ini, aku mulai menerima hidup yang telah tuhan tuliskan, aku menerima suasana keluarga yang sekarang sudah apa adanya. sesekali aku menghubungi saudaraku jika aku rasa mereka perlu untuk mengetahuinya, setidaknya, mereka tahu jika usiaku habis dan aku ada dimana.

Terakhir kali aku mengunjungi kaka perempuanku, sekarang dia tumbuh dewasa dan cantik, dia penuh dengan kasih sayang, rumahnya penuh dengan kehangatan, aku bahagia sekali. mereka baru memiliki bayi laki-laki yang tampan dan gemuk, aku harap aku juga memilikinya nanti. semakin bertambah saja kebahagiaanya. Cerita ini cukup banyak daripada hanya “begitulah,,,”.

Matt, tahun kemarin adalah tahun terbaiku, aku bertemu dengan orang-orang yang lebih dari sekedar bermimpi, aku prihatin dengan diriku sendiri, maaf telah menyerah dari apa yang telah kita perjuangkan, sayang sekali, aku telah menyia-nyiakan banyak waktu, sekarang aku berjuang untuk mencapainya.
Haha, aku bisa membayangkan senyum kemenanganmu saat membacanya. Kamu memang sering sekali benar, walaupun aku belum tentu menerimanya.

Matt, aku selalu berharap kamu mendapatkan apa yang kamu cita-citakan, sayangnya, kamu selalu lebih dulu mendapatkanya sebelum aku mengucapkanya dan aku selalu menjadi seseorang yang iri.

Aku masih memiliki kesempatan untuk mencapai apa yang belum kamu dapatkan. Jika hari itu datang, aku akan mengatakan padamu “kamu lihat sekarang, kali ini aku yang mendapatkanya” dan aku harap kamu marah dan menendang-nendang kasur dikamarmu sambil berteriak-teriak, dan merobek poster-poster yang ada dikamarmu seperti yang aku lakukan, dengan begitu terbalaslah rasa kesalku kepadamu dan aku merasa menang. Tapi , sekarang aku sudah tidak lagi menginginkan kamu melakukanya, cukuplah kamu dengan tenang disana.

Hal terakhir yang ingin aku ucapkan, “selamat bertambah usia”. Karena itu yang selalu kamu ucapkan untuk kata ulang tahun.

Bandung, 12 Nov 2014