dadang kurniawan

MOMENT

Gembala

Kambing-kambing itu digiring ke tepi padang dipinggir sungai, memakan rumput-rumput liar, sisa-sisa panen padi ditumpukan jerami. Mereka senang sekali, mandi disungai di air yang coklat, anak laki-laki dan perempuan, lari bertelanjang kesana-kemari, berteriak-teriak, tertawa suka ria. Tidak ada hal lain yang dipikirkan selain senang. berkumpul bersama teman seusia, menggembalakan domba-domba mereka.

sepulang sekolah sehabis dzuhur dimusim panas, anak-anak dikampung ini pergi keladang menggembalakan domba-domba ternak mereka. Nasi berbungkus plastik, dengan lauk pauk dan air minum yang dimasukan kedalam botol air mineral kemasan bekas adalah bekal mereka setiap hari. Selalu membuat janji dengan teman-teman yang lain untuk makan bekal mereka, adalah hal yang menyenangkan. Makan dengan apa adanya, disebuah gubuk ditengah hamparan sawah yang gersang dikelilingi domba-domba yang sesekali mengendus-endus kaki-kaki mereka. Saling bertukar lauk dan saling berbagi. Itu benar-benar menyenangkan. Tidak ada yang mengeluh disini. yang ada hanya gurauan-gurauan anak-anak kecil kampung yang membuat mereka tertawa bersama.

Domba-domba itu sudah seperti teman dan keluarga mereka. Satu persatu domba itu diberi nama, nama-nama superhero menjadi nama favorit anak-anak, ketika mereka tahu salah satu ibu domba akan ada yang melahirkan bayi domba yang mungil, mereka sudah menyiapkan beberapa nama untuk anak domba itu, hahaha… lucu bukan, seperti dua orang tua yang baru akan memiliki anak.

Matahari panas membakar kulit, mengubah warna kulit anak-anak ini menjadi hitam, merah dan terbakar. Tidak ada yang mereka pedulikan. Yang mereka tahu, menggembala domba adalah tugas yang diberikan orang tua mereka sehabis pulang sekolah dimusim panas untuk anak seusia mereka dikampungnya.

 

 

 

Catatan : April 2013

%d bloggers like this: